Sunday, September 19, 2010

Keong sawah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


?Keong sawah
Cangkang Pila ampullacea.
Cangkang Pila ampullacea.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:Animalia
Filum:Mollusca
Kelas:Gastropoda
(tidak termasuk)clade Caenogastropoda
informal group Architaenioglossa
Superfamili:Ampullarioidea
Famili:Ampullariidae
Upafamili:Ampullariinae
Bangsa:Ampullariini
Genus:Pila
Spesies:Pila ampullacea
(Linnaeus, 1758)
Sinonim
Pila polita
Keong sawah (Pila ampullacea) adalah sejenis siput air yang mudah dijumpai di perairan tawar Asia tropis, seperti di sawah, aliran parit, serta danau. Hewan bercangkang ini dikenal pula sebagai keong gondang, siput sawah, siput air, atau tutut. Bentuknya agak menyerupai siput murbai, masih berkerabat, tetapi keong sawah memiliki warna cangkang hijau pekat sampai hitam.
Sebagaimana anggota Ampullariidae lainnya, ia memiliki operculum, semacam penutup/pelindung tubuhnya yang lunak ketika menyembunyikan diri di dalam cangkangnya.
Hewan ini dikonsumsi secara luas di berbagai wilayah Asia Tenggara dan memiliki nilai gizi yang baik karena mengandung protein yang cukup tinggi. Meskipun demikian, kewaspadaan perlu diberikan karena keong sawah adalah inang dari beberapa penyakit parasit[1]. Selain itu, hewan yang diambil dari dekat persawahan dapat menyimpan sisa pestisida di dalam tubuhnya[2].

Cacing Ini Punya Struktur Otak Mirip Manusia Ini berarti, asal-usul otak manusia dapat ditelusuri setidaknya 600 juta tahun lalu.

VIVAnews -- Struktur otak binatang yang mirip dengan otak manusia baru-baru ini ditemukan pada spesies cacing laut, Platynereis dumerilii, yang adalah kerabat dari cacing tanah biasa.
Demikian disebutkan dalam makalah yang dimuat jurnal Cell. Mereka menemukan bahwa cacing laut itu punya struktur dengan sidik jari molekul yang sangat mirip dengan pallium, nama lain untuk cortex pada mahluk vertebrata.
Penemuan ini diharapkan bisa menjelaskan bagaimana cerebral cortex, bagian otak manusia, berkembang.

Penemuan ini berarti bahwa, asal-usul otak manusia dapat ditelusuri ke belakang, setidaknya 600 juta tahun lalu, ketika terakhir kalinya kita berbagi leluhur yang sama dengan spesies cacing ini.

"Cacing ini hidup dalam tabung buatan sendiri, secara aktif mengeksplorasi lingkungan untuk mencari makanan. Spesies ini juga menunjukkan perilaku belajar," kata penulis makalah utama, Raju Tomer kepada Discovery News.

"Maka dari itu, kami menilai cacing ini akan jadi kandidat yang ideal untuk mencari mitra vertebrata [mahluk bertulang belakang] dengan kemampuan otak yang tinggi di kalangan spesies invertebrata."
Cerebral cortex adalah bagian dari otak manusia yang berkaitan dengan memori, pembelajaran, proses berpikir, kemampuan bahasa, kesadaran, dan lain-lain.
Tomer, ilmuwan dari Laboratorium Biologi Molekuler Eropa (EMBL), dan koleganya, menduga bahwa invertebrata lainnya, seperti serangga, laba-laba, cacing beludru, dan krustasea kemungkinan besar juga memiliki struktur otak 'berbentuk jamur', yang sama dengan cerebral cortex pada manusia.

Tomer dan rekan-rekannya menggunakan teknik baru yang mereka kembangkan yang disebut 'profil selular dengan registrasi kesan' -- untuk menyelidiki sejumlah besar gen di otak cacing laut itu.

Sebelumnya, para ilmuwan mengira bahwa pallium hanya bisa ditemukan di mahluk yang lebih berkembang.

Penemuan ini berarti, cacing itu bisa mempelajari informasi tentang sumber makanan yang ada di dasar laut, dan bahwa kemampuan tinggi manusia dalam berpikir punya asal usul evolusi yang kuno.

(MSNBC, BBC)

Femke, Dokter Belanda Penyelamat Maskot Jakarta

Femke, Dokter Belanda Penyelamat Maskot Jakarta

Liputan6.com, Jakarta: Dari tahun ke tahun, populasi sejumlah satwa atau hewan terus mengalami penurunan. Bukan saja karena diburu orang yang tidak bertanggung jawab. Namun karena habitat hidup satwa tersebut mulai tergeser oleh peningkatan jumlah penduduk.
Satwa yang makin sulit ditemui salah satunya adalah elang bondol. Harganya yang makin mahal, menjadi salah satu daya tarik perburuan satwa langka ini. Sebagai maskot DKI Jakarta, namun tak pernah terlihat elang bondol yang terbang bebas di langit Ibu Kota.
Karena ancaman kepunahan itu, Pusat Penyelamat Satwa terdorong menyelamatkan maskot Jakarta ini. Pulau Kotok di Kepulauan Seribu merupakan tempat bagi program konservasi dan rehabilitasi elang bondol. Hasil sitaan atau tangkapan akan dilepaskan di pulau itu.
Namun tak semua elang bondol langsung dilepas. Sebab banyak yang cedera sehingga harus disembuhkan dulu. Sosok yang peduli dengan elang bondol adalah dokter hewan dari Belanda, Femke den Haas. Sejak dibangun 2004, sudah 67 elang dilepasliarkan dari lokasi ini.
Femke den Haas mendirikan Jakarta Animal Aid yang bekerja sama dengan Taman Nasional Kepulauan Seribu untuk mengelola pusat rehabilitasi elang di Pulau Kotok. Ada 31 elang, termasuk elang bondol. Elang-elang berasal dari razia di pasar burung atau penyerahan warga.
Tak hanya elang, Femke juga mempelopori sterilisasi kucing karena populasinya di Pulau Seribu sudah terlalu banyak. Femke juga memberikan pelatihan daur ulang sampah kepada warga. Sebab dalam setahun, sampah di Pulau Seribu berukuran tiga kali Candi Borobudur.
Femke berharap perjuangannya didukung pemerintah dengan penegakan hukum yang tak pandang bulu terhadap orang yang mengancam ekosistem satwa di Indonesia. Kepedulian warga memang perlu ditingkatkan. Jangan hanya bangga punya maskot elang bondol tapi tak merawatnya. Sebaliknya orang asing yang lebih peduli.(JUM)

Pihak universitas menyediakan tempat khusus untuk para orangtua itu tidur di areal kampus. Sabtu, 18 September 2010, 21:18 WIB (kapanlagi.com)

Pihak universitas menyediakan tempat khusus untuk para orangtua itu tidur di areal kampus.
Sabtu, 18 September 2010, 21:18 WIB
Finalia Kodrati
Ruangan khusus untuk orangtua mahasiswa (Web.Orange.co.uk)
VIVAnews - Orangtua di China dianggap terlalu overprotektif terhadap anak-anak mereka. Para orangtua itu sepertinya tidak rela jika anak mereka sudah besar dan harus meninggalkan rumahnya karena pindah menempati kamar asrama yang disediakan universitas.

Melihat kenyataan itu, sebuah universitas di China menawarkan kesempatan kepada para orangtua mahasiswa untuk tidur di areal kampus agar mereka tetap merasa dekat dengan anaknya.
Kegiatan itu akan dilangsungkan di ruangan olahraga yang berada di universitas tersebut. Aksi ini dilakukan untuk menghentikan para orangtua mahasiswa agar tak lagi tidur menemani anaknya di asrama. Demikian seperti dikutip dari Web.orange.co.uk, Sabtu 18 September 2010.

Kebijakan China yang hanya memperbolehkan memiliki sedikit anak itu membuat para orangtua ini menjadi terlalu protektif terhadap anak-anaknya. Saat anaknya memasuki universitas dan diharuskan tinggal di asrama, tak jarang mereka juga ingin tinggal dengan anak-anaknya pada saat pertama kali pindah ke universitas.

Bahkan, mereka sampai lupa waktu. Para orangtua itu tak mau pisah dengan anak-anaknya sehingga tinggal berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu di asrama untuk memasak dan bersih-bersih demi anak-anaknya. Mereka ingin memastikan anaknya senang menjadi mahasiswa.

Tetapi, masih saja banyak orangtua yang khawatir dengan kehidupan anaknya di asrama. Akhirnya, Universitas Wuhan di Provinsi Hubei membuka tempat untuk para orangtua itu untuk tidur di wilayah kampus.

"Mereka sering tidak dapat menerima anak-anak mereka telah meninggalkan rumah dan sekarang masuk universitas. Kadang-kadang mereka pindah ke asrama untuk memasak dan bersih-bersih serta mengawasi mereka. Sekarang kita beri mereka selimut dan tempat untuk mencuci dan makan gratis," kata perwakilan universitas Wuhan. (umi)

Stop This Song (Lovesick Melody)

You say the sweetest things and I
Can't keep my heart from singing
along to the sound of your song
My stupid feet keep moving
to this 4/4 beat, I'm in time with you
Whoa, to this 4/4 beat I would die for you (die for you)

(Someone stop this)
I've gone to far to come back from here,
but you don't have a clue
You don't know what you do to me

Won't someone stop this song,
so I won't sing along
Someone stop this song,
so I won't sing..

I never let love in
so I could keep my heart from hurting
The longer that I live with this idea, the more I sink into this 4/4 beat
I'm in time with you
Whoa, to this 4/4 beat I would die for you (stop this song)

I've gone to far to come back from here,
but you don't have a clue
You don't know what you do to me
I've come to far to get over you,
and you don't have a clue
You don't know what you do to me

Can't someone stop this song,
so I won't sing along
Someone stop this song,
so I won't sing

Your lovesick melody
is gonna get the best of me tonight
But you won't get to me if I don't sing

It creeps in like a spider
Can't be killed, although I try and try to
Well, don't you see I'm falling?
Don't wanna love you, but I do

(Lovesick melody) Can someone stop this song, so I won't sing along?
(Lovesick melody) Can someone stop this song, so I won't sing?
Your lovesick melody
is gonna get the best of me tonight
But you won't get to me, no
You won't get to me 'cause I won't sing